KEMARAU 2019 LEBIH AWAL MENGURANGI HASIL PANEN PARA PETANI

Dengan majunya musim kemarau tahun ini banyak petani di Kecamatan Winong khususnya Desa Bumiharjo banyak yang gagal panen dikarenakan kebutuhan air pada tanaman pati dimusim tanam yang kedua tidak tersedia. Tanah Sawah kering, aliran irigasi pun tak teraliri air karena kebanyakan air baru bisa datang bila ada hujan tiba.  Awal Mei 2019 sudah tidak ada turun hujan hingga kini hal ini berakibat fatal pada hasil panen.

Hal ini juga di karenakan bendung dari hilir tidak bisa memenuhi kebutuhan para petani khususnya dari desa desa Winong utara. Bendungan Sumedang yang sudah mengalami pendangkalan berpengaruh pada debit air yang ditampung, serta endapan tanah yang berada di depan pintu keluar yang mengarah ke desa Karangkonang, Tanggel, Bumiharjo, Winong, Sumbermulyo, Serutsadang, Pulorejo dan Degan tidak bisa di berjalan lancar, bahkan banyak terbuang melimpah ke arah utara ke desa atau kecamatan lainnya.

Hal permasalahan ini pernah di tinjau oleh Kepala UPT Dinas Pertanian dan Peternakan Kecamatan Winong Bapak Sujo, ST. beliau sudah berupaya melaporkan semua penyebab dan kendala serta permasalahan ke dinas namun sampai saat ini belum ada tanggapan serius dari pihak yang terkait.

Dengan banyaknya gagal panen di musim tanam kedua ini banyak petani yang merugi karena modal tanam perawatan tidak kembali karena tanaman padi sudah kering layu sebelum panen. Hal ini perlu penanganan serius dari Dinas terkait bila hal ini terjadi berulang di tahun tahun yang akan datang tentunya petanilah yang merugi.

Harapan para petani semoga Pemerintah bisa mendengar keluhan para petani khususnya di daerah winong Pati untuk bisa mengatasi kebutuhan air untuk kegiatan bercocok tanam warga yang mayoritas petani hingga tidak hilang Ikon Pati sebagai PATI BUMI MINA TANI.

A.S

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan